Sabtu, 14 Mei 2022

AKSI NYATA MODUL 3.1.A.10 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

AKSI  NYATA MODUL 3.1.A.10

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

OLEH ETIK KRISTIYANTI

CGP ANGAKTAN 4 KABUPATEN OKU TIMUR

 

Portofolio aksi nyata yang disusun menggunakan refleksi 4P Yaitu Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Perubahan.

 

PERISTIWA

                Pengambilan keputusan mejadi salah satu bagian tak terpisahkan dari keberadaan SD Negeri 08 Martapura. Bukan saja di lakukan olek Kepala Sekolah, melainkan juga warga sekolah lainnya. Termasuk salah satunya guru. Kenyataan menunjukkan bahwa  masih ada guru yang belum memahami perbedaan antara bujukan moral dan dilemma etika. Selain itu, masih banyak juga yang belum memahami tentang lankah-langkah yang tepat untuk mengambil keputusan. Tidak jarang  keputusan  yang diambil kurang tepat. Oleh karena itu, memerlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah terkait pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

                Berangkat dari kondisi tersebut, saya berusaha untuk meyusun langkah-langkah strategis.

Lankah-langkah tersebut tertuang dalam rancangan tindakan aksi nyata.

 

PERTAMA: KOORDINASI DENGAN KEPALA SEKOLAH

                Saya melakukan aksi nyata ini sebagai bentuk tugas dan tanggungjawab bawahan kepada atasan. Selain itu juga untuk medapatkan dukungan dalam pelaksanaannya.Hasil dari aksi nyata tersebut adalah adanya dukungan dari Kepala Sekolah untuk melaksanakan serangkaian aksi nyata pengambilan keputusan.



KEDUA: MENYUSUN RENCANA AKSI

                Bagaimanapun juga menyusun rencana yang baik adalah langkah awal yang baik dalam pelaksanaan kegiatan. Hal ini penting untuk mejamin kegiatan berjalan dengan baik. Hasil aksi nyata ini adalah tersusunnya rencana aksi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.



KETIGA : MELAKUKAN ANALISIS KASUS TERKINI DI SEKOLAH

                Langkah ini untuk menguatkan pemahaman tentang pengambilan keputusan . Hali ini mengingat pemahaman terkait masih membutuhkan penguatan secara langsung di sekolah. Hasil dari aksi nyata ini adalah tersusunnya analisis kasus yang terjadi di sekolah



KEEMPAT:  MENYUSUSN MATERI DISIMILASI TENTANG  PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

                Ini akan saya lakukan untuk menyiapkan bahan desimilasi. Materi yang saya buat merupakan materi modul 3.1. tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Saya akan melakukan beberapa perubahan terutama pada studi kasus dalam materi akan saya sesuaikan dengan kasus nyata yang ada di sekolah. Tujuannya adalah agar materi lebih dekat dan memberikan kemudahan kepada  teman sejawat untuk menjalani proses belajarnya. Hasil aksi ini adalah tersusunya materi desimilasi terkait pengambilan keputuasan sebagai pemimpin pembelajaran.

KELIMA: MELAKUKAN TRASFER PENGETAHUAN

                Melakukan transfer pengetahuan disini saya melakukannya dengan tatap muka,  yaitu dengan cara melakukan pertemuan dengan komunitas yang ada di sekolah yaitu untuk membahas materi tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Hasil aksi nyata ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dan menerapkannya dalam pembelajaran di kelas maupun di sekolah.


 

KEENAM: MELAKUKAN EVALUASI

                Saya melakukan ini pada akhir kegiatan. Kegiatan ini berupa pertemuan dengan menggunakan lembar evaluasi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana penerapan pengambilan keputusan  oleh teman sejawat, termasuk didalamnya kendala yang ada.

Hasil kegiatan ini yaitu terpetanya keberhasilan dan kendala yang ada. Hal ini juga sekaligus untuk mengukur efektivitas keberhasilan pengambilan keputusan.


 



PERASAAN

Setelah melakukan aksi nyata modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran awalnya merasa akan mengalami kesulitan terutama dalam membuka  komunikasi awal terkait pelaksanaan kegiatan. Namun berkat kolaborasi aksi nyata pun bisa terlaksana dengan baik. Saat pelaksanaan lebih lega dan tenang. Hai ini karena sesuai rencana yaitu kolaborasi atau kerja sama dengan teman sejawat. Demikian halnya setelah aksi nyata dilaksanakan atau selesai perasaan bahagia dan sekaligus tertantang menjaga dan meningkatkan pemahaman diri dan teman sejawat terkait pengambilan keputusan.


PEMBELAJARAN

Banya pembelajaran baru dalam perubahan yang telah dilakukan. Pembelajaran tersebut terkait dengan diri sendiri maupun orang lain, salah satu pembelajaran baik bagi diri sendiri yaitu bahwa awal yang baik bagi sebuah perubahan adalah kolaborasi. Dari kolaborasi ada pembelajaran tentang penyamaan persepsi dalam menyusun langkah-langkah perubahan. Pembelajaran baik lainnya yaitu terkait kendala dari rencana yang telah disusun . Kendala ada yang membuat rencana berubah, oleh karena itu penting adanya persiapan strategi alternative dalam implementasi aksi nyata pembelajarab dari orang lain terutama terkait dengan pentingnya dukungan dari teman sejawat.

 

PERUBAHAN

Perubahan nyata dari dalam diri yaitu adanya tekan menguatkan kolaborasi sebagai bentuk dukungan dari dan tehadapa rekan sejawat. Hal ini penting kaitannya dengan implementasi aksi perubahan kedepannya. Selain itu saya optimis untuk meningkatkan terutama terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Hal ini akan berpengaruh nyata terhadap keputusan yang diambil kedepannya terkait peran sebagai pemimpin pembelajaran. Perubahan lainnya yaitu semakin meningkatnya komitmen diri untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik untuk sekolah.

 

Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Harapan saya ada hal-hal kecil yang dilakukan dapat membawa perubahan yang lebih baik kedepannya.

 

 

AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM PENGELOLAAN YANG BERDAMPAK PADA MURID

  Aksi Nyata Modul 3.3.a.10 Program Pengelolaan Yang Berdampak Pada Murid PROGRAM “SABES” SEKOLAH ASRI BEBAS SAMPAH   DI SD NEGERI 08 ...