Aksi Nyata Modul 3.3.a.10
Program Pengelolaan Yang Berdampak Pada Murid
PROGRAM “SABES” SEKOLAH ASRI BEBAS SAMPAH
DI SD NEGERI 08 MARTAPURA
Oleh :
ETIK KRISTIYANTI, S.Pd
CGP ANGKATAN 4 KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
Tahapan terakhir dari rangkaian modul Program Guru Penggerak
memasuki masa paripurna, pandangan baru, pengetahuan, ketrampilan, dan
sikap-sikap yang telah dikembangkan dalam proses belajar selama ini baik
melalui LMS, pendampingan individu, lokakarya dan kolaborasi teman PGP telah
memberikan bekal bagi CGP memulai aksi perubahan dengan program atau kegiatan
sekolah yang berdampak pada murid.
Perubahan tidaklah harus yang bombastis melainkan adanya
perubahan yang positif sekecil apapun melalui langkah-langkah kecil yang kita
dapat lakukan dalam lingkungan sekolah secara langsung yang berdampak dan
terasa oleh seluruh komunitas sekolah berimbas mampu memberikan inspirasi bagi
Ekosistem sekolah untuk tergerak, bergerak bersama-sama saling berkolaborasi,
gotong-royong yang solid sesuai kemampuan pengoptimalan aset yang dimiliki
bersama murid dengan suara,pilihan,dan kepemilikan murid pengelolaan program
sekolah akan berjalan dengan baik dan mempunyai dampak yang luas bagi murid
untuk mencapai kebahagiaan ,kesejahteraan ( Well-Being ) murid yang optimal
sebuah keadaan emosional yang berkelanjutan yang dicirikan dengan suasana hati
dan sikap yang positif, hubungan positif dengan murid, guru, ketangguhan
pengoptimalan kekuatan diri, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengalaman
belajar mereka disekolah ( Nobie et al.2008 ).
Hal ini selaras dengan pandangan Ki HajarDewantara : Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
FACT (PERISTIWA)
1. Latar Belakang Masalah
Progran
“SABES” Sekolah Asri Bebas Sampah sebuah program yang timbul akibat dari isu masalah sampah yang sangat penting,
Kesalahan dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan banyak musibah mulai dari
banjir sampai dengan pencemaran lingkungan. Sampah yang dibuang secara
sembarangan juga menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman. Mengelola sampah
membutuhkan kerjasama yang baik di semua lapisan masyrakat. Sekolah sebagai
lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk mulai menanamkan kesadaran akan
pentingnya lingkungan kepada murid-muridnya dengan cara 4R yaitu Reduce, Reuse,
Replace dan Recycle. Adapun tujuan dari program ini adalah membentuk karakter
cinta lingkungan dan menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan
keasrian di sekitar sekolah dengan mengaplikasikan 4R dengan melibatkan asset
manusia, fisik, finansial dan lingkungan.
2. Kegiatan Aksi Nyata
Peran lingkungan yang
ada di SD Negeri 08 Martapura sangatlab bersar. Berdasarkan latar belakang
diatas, maka penulis mencoba membuat program “SABES” Sekolah Asri Bebas Sampah.
Dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap mandiri,
kolaboratif dan peduli terhadap lingkungan sebagai sumber belajar dalam diri
murid, melatih jiwa kepemimpinan dan kepedulian sesama murid serta bertanggung
jawab terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan peran serta orang tua dan
masyarakat sekitar sekolah.
Progran SABES ini dilakukan
dengan alur BAGJA Sebagai Berikut:
1) Buat Pertanyaan
Guru menanyakan kepada siswa apakah mengaplikasikan 4R dapat
membentuk karakter cinta lingkungan dan tanggungjawab terhadap kebersihan
lingkungan.
2) Ambil Pelajaran
Seluruh komponen sekolah berkolaborasi untuk membentuk
karakter cinta lingkungan bengan mengaplikasikan 4R disekolah agar karakter
tanggungjawab warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan.
3) Gali Mimpi
Sekolah yang bersih dan asri terwujud karena kesadaran
murid yang mencintai lingkungan,
kuantitatif sampah berkurang salah satu wujud dari murid mampu mengaplikasikan
4R dalam mengelola sampah. Terwujudnya karakter cinta lingkungan dan
tanggungjawab terhadap lingkungan yang bersih dan asri.
4) Jabarkan Rencana
Berkolaborasi dengan Kepala sekolah, rekan guru dan warga
sekitar sekolah
5) Atur Eksekusi
- Membuat tim dan penanggung jawab Program
- Melakukan menejemen resiko
- Melakukan evaluasi dan monitoring
- Membuat laporan
Program “SABES” ini dilakukan di SD Negeri 08 Martapura dalam jangka waktu 4 minggu, Kegiatan
ini diawali dengan koordinasi dan penyampaian program kepada Kepala Sekolah dan
rekan guru. Kegiatan selanjutnya yaitu mengajak murid untuk berdiskusi tentang program
yang akan dilaksanakan dengan mendengarkan suara murid dan pilihan murid untuk
melaksanakan program tersebut agar kepemilikan murid tercipta.
Suara murid dilaksanakan dengan member kesempatan kepada
murid untuk menyuarakan kegiatan apa yang akan dilakukan dalam menyukseskan program
tersebut, sedangkan pilihan murud dibuktikan dengan murid diberikesempatan
untuk memilih rekan untuk menjadi teman dalam bekerja nanti, sedangkan
kepemilikan murid dengan mencantumkan suara murid untuk melaksanakan dan menyukseskan
program tersebut.
Kegiatan ini dilakukan pertama kali yaitu dikelas 5
dikarenakan kelas 5 adalah kelas yang saya ampu, kemudian dilanjutkan di kelas
kelas lain sehingga seluruh warga sekolah
dan murid dari kelas 1 s.d 6 melaksanakan program tersebut.
B. FEELING (PERASAAN)
Setelah urid-murid memutuskan apa yang
ingin mereka lakukan, saya kemudian memantau perkembangan program ini. Saya
terkejut karena ternyata beberapa murid membentuk kelompok dan melakukan
pembuatan jadwal, dan lokasi piket secara berkelompok untuk menjaga kebersihan
lingkungan kelas maupun sekolah.
Ada rasa haru, bangga, dan bahagia saat murid-murid
melakukan kegiatan ini tanpa saya perintahkan. Tindakan murni inisiatif mereka
ini membuat saya menyadari bahwa jika murid diberikan kepercayaan, didengar,
dan diperlakukan bukan sebagai anak-anak, mereka dapat melakukan sesuatu yang
luar biasa. Bagi saya, tindakan mereka ini mempunyai arti yang luar biasa sebab
ini membuktikan bahwa apa yang saya pelajari di modul ini ternyata dapat
dipraktikan dalam keseharian.
C. FINDINGS (PEMBELAJARAN)
Aksi nyata di modul 3 memberikan banyak pembelajaran bagi saya. Antara lain:
a.
Dengarkanlah “suara” murid sebab
mereka adalah pribadi yang sama dengan kita. Yang membedakan kami hanyalah usia
dan tingkat pendidikan dan kedua hal tersebut bukanlah alasan untuk saya
mengabaikan “suara” mereka. Sebagai guru saya tidak boleh merasa lebih hebat
dari murid-murid saya sebab dalam pendidikan sesungguhnya bukan hanya murid
yang belajar melalui guru, guru pun perlu belajar dari murid.
b.
Berikan kebebasan “memilih” pada murid. Memilih merupakan
kodrat alami manusia. Selama kita hidup kita selalu dihadapkan dengan
pilihan-pilihan. Saat murid belajar memilih, tugas saya sebagai guru bukanlah
seperti hakim yang memutuskan benar atau salahnya pilihan mereka. Saya perlu
bertindak sebagai seorang coach yang memberikan pertanyaan pemantik agar mereka
dapat memilih yang terbaik dari beragam pilihan yang baik. Saat pilihan murid
bukan pilihan saya, maka saya perlu belajar untuk tidak langsung memberikan
penilaian negatif sebab hal tersebut dapat “membunuh” rasa keingintahuan
mereka. Izinkan mereka memilih dan tetap ingatkan bahwa setiap pilihan membawa
konsekuensi.
c.
Murid yang “didengar” dan diberi kebebasan dalam memilih
akan cenderung bersemangat dalam mengerjakan sesuatu karena mereka merasa
memiliki program tersebut. Hal ini tentu akan menggairahkan, bukan hanya murid
namun juga guru sebagai seorang pendidik sebab kita tidak perlu bersusah-susah
untuk meminta murid melakukan sesuatu. Murid akan bergerak sebab mereka
mengetahui bahwa ini adalah keinginan mereka.
D.
FUTURE (PENERAPAN KEDEPAN)
Saya menyadari program “SABES” masih perlu banyak perbaikan,
hal yang saya akan lakukan sebagai perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
yaitu saya akan lebih giat lagi untuk mengembangkan program Sekolah Asri Bebas
Sampah dengan berkolaborasi dengan semoa stackholder yang ada di sekolah dan
tidal lupa dengan subyek kita yaitu murid. Saya juga akan melibatkan kepala
sekolah dan juga teman-teman guru untuk memikirkan bersama tindakan yang dapat
dilakukan untuk menjadikan program ini menjadi lebih baik.
E. DOKUMENTASI
2. Sosialisasi Program dengan Wali murid
3. Kegiatan Siswa dalam aksi Nyata


.jpeg)



.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)