Aksi Nyata Modul 3.2
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya di SD Negeri 08
Martapura
Mengembangkan Ekosistem Sekolah yang
Bersih dan Nyaman Agar Terwujud Sekolah yang Menyenangkan dan Berpihak Pada Murid
Oleh Etik Kristiyanti, S.Pd
CGP Angkatan 4 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
A.
Latar Belakang
Aset atau sumber daya hal baku dalam
menunjang kemajuan sekolah,untuk itu saya mencoba bersama komunitas sekolah
memetakan dan mengelola aset yang ada menggunakan pendekatan Inkuiri
apresiatif model BAGJA,dengan model ini akan memaksimalkan manfaat aset bagi
ekosistem sekolah dan mendukung pembelajaran dikelas.
Lingkungan sekolah adalah ruang yang
sangat berharga bagi penghuninya khususnya murid dan guru,wellbeing murid
akan terbentuk manakala proses pembelajaran murid sangat menyenangkan didukung
lingkungan sekolah yang bersih dan rapi.Saya bersama komunitas sekolah
berupaya melakukan inisiasi perubahan berpedoman pada prinsip murid sebagai
agen perubahan,sehingga siswa dengan kesadaran sendri tergerak dan bergerak
dengan bimbingan guru menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekolah yang bisa
murid merasa nyaman,mewujudkan impian murid belajar dengan bahagia.
B. Tujuan
Pemetaan dan pengelolaan aset atau
sumber daya dilakukan untuk meningkatkan kemajuan sekolah baik kuantitas maupum
kwalitas, meningkatkan kebahagiaan, kesenangan, kenyamanan murid
"Well-being", mewujudkan kepemimpinan murid,sekolah yang berpihak
kepada murid menuju profil pelajar Pancasila, sehingga sekolah mempunyai
harapan peningkatan kualitas pendidikan secara umum.
C. Tolak Ukur
Tolak ukur inisiasi perubahan di
sekolah saya adalah tercapainya suasana sekolah yang bersih,rapi dan
nyaman,tercapainya kualitas pembelajaran yang lebih berpihak kepada murid
sesuai profil pelajar Pancasila
D. Dukungan Yang dibutuhkan
Aksi nyata ini diperlukan adanya
kolaborasi dan gotong royong semua aset sekolah khususnya aset manusia,Kepala
sekolah,teman sejawat,murid,tenaga kepegawaian,komite sekolah,orang tua
murid,dukungan sarana prasarana,aset finansial dan semua komunitas terlibat
baik aktif maupun pasif.
E. Linimasa Tindakan Yang akan Dilakukan
Dalam melaksanakan aksi nyata ini
saya menggunakan prosedur BAGJA antara lain :
1.
Buat pertayaan : Meminta murid untuk menggali
cita-cita dan harapan tentang sekolah impian kita dengan inventarisi potensi
dan kekuatan yang dimiliki komunitas sekolah.Contohnya : Apa yang bisa kita
lakukan untuk membuat sekolah bersih dan rapi?
Hasil tahapan : Bagaimana memberdayakan sampah
yang ada dilingkungan sekolah bisa berdaya guna ?.Bagaimana cara meningkatkan
kepemimpinan murid dalam hal pengelolaan sampah dikelas maupun lingkungan
sekolah ?
2.
Ambil Pelajaran : Mengindentifikasikan hal-hal yang
diinginkan murid,contohnya,pengalaman menyenangkan yang pernah murid
alami dengan sampah.
Hasil tahapan : Guru dan murid menyusun kesepakatan kelas masalah kebersihan kelas,halaman,dan pengumpulan sampah secara sadar,bertanggung jawab dengan bergotong royong dengan sesama warga sekolah
3.
Gali
mimpi : mengali pertanyaan ke siswa untuk mengetahui pendapat,aspirasi
murid,perasaan tentang sekolah impian yang bersih dan rapi bebas dari
sampah.Contohnya : Seperti apa sekolah yang menyenangkan ? Bagaimana perasaan
lingkungan kelas yang penuh dengan sampah ?
Hasil tahapan : Murid dan wali kelas memilah sampah untuk diproses yang bisa untuk di daur ulang,dibuang,maupun yang bisa dijual dan uang nya bisa untuk kas kelas.Murid sudah merealisasi impian dengan penambahan uang kas dari menjual kertas dan plastik ke pengepul sampah sekitar sekolah.Sampah daur ulang dapat digunakan untuk kompos tanaman.
4.
Jabarkan Rencana : membuat capaian yang
nyata atau relistis misalkan langkah-langkah untuk menampung sampah,memilah
sampah,menjual sampah,mendaur ulang sampah supaya mendapatkan nilai
tambah bagi murid di setiap kelas.
Hasil Tahapan : Murid berkolaboasi dengan warga sekolah telah meksanakan rencana aksi dari piket kelas maupun guru mengumpulkan sampah setiap pagi,sampah yang masih layak untuk diolah dikumpulkan di bank sampah sekolah tentu dengan pengurus pokja bank sampah dan dipilah sampah pastik,kertas,maupun logam.untuk sampah daun masuk ke pokja kompos dan proses pengolahan kompos.Sampah kertas seperti karton,koran bekas,dan plastik yang tidak didaur ulang masuk ke pengepul sampah dan mendapatkan uang sesuai dengan kelas yang menyetorkan sampah.
5.
Atur Eksekusi atau Deliver : Menyusun tim
kerja,contoh : setiap kelas terdapat kader sampah,kader lingkungan,pokja
lingkungan
Hasil tahapan : Telah menentukan tim inti pokja sampah,adanya koordinasi penanggung jawab pelaksana program,adanya yang memonitor,mengevaluasi jalannya program pengolahan sampah supaya saling bekerja sama,berkolaborasi dalam program pengolahan sampah ini.
FEELING ATAU PERASAAN
Perasaan yang dirasakan saat melaksanakan aksi nyata ini antara lain menyenangkan bisa menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, mengelola sumber daya atau aset yang dimiliki sekolah,melatih murid melakukan perubahan-perubahan sesuai impian dan harapan murid tentang sekolah yang bersih dari sampah dan menciptakan sekolah yang menyenangkan.
FINDING ATAU PEMBELAJARAN
Berpikir berbasis aset atau asset based thinking memberikan pembelajaran baik guru maupun murid sebuah perubahan dari sampah yang tidak berguna menjadi barang yang berdaya guna.Guru sejatinya menuntun,memfasilitasi murid agar mendapatkan hal yang bermanfaat untuk bekal dalam hidup bermasyarakat.
DOKUMENTASI AKSINYATA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar