Minggu, 03 Juli 2022

AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM PENGELOLAAN YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

Aksi Nyata Modul 3.3.a.10

Program Pengelolaan Yang Berdampak Pada Murid

PROGRAM “SABES” SEKOLAH ASRI BEBAS SAMPAH 

DI SD NEGERI 08 MARTAPURA




Oleh :

ETIK KRISTIYANTI, S.Pd

CGP ANGKATAN 4 KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR 

Tahapan terakhir dari rangkaian modul Program Guru Penggerak memasuki masa paripurna, pandangan baru, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap-sikap yang telah dikembangkan dalam proses belajar selama ini baik melalui LMS, pendampingan individu, lokakarya dan kolaborasi teman PGP telah memberikan bekal bagi CGP memulai aksi perubahan dengan program atau kegiatan sekolah yang berdampak pada murid.

Perubahan tidaklah harus yang bombastis melainkan adanya perubahan yang positif sekecil apapun melalui langkah-langkah kecil yang kita dapat lakukan dalam lingkungan sekolah secara langsung yang berdampak dan terasa oleh seluruh komunitas sekolah berimbas mampu memberikan inspirasi bagi Ekosistem sekolah untuk tergerak, bergerak bersama-sama saling berkolaborasi, gotong-royong yang solid sesuai kemampuan pengoptimalan aset yang dimiliki bersama murid dengan suara,pilihan,dan kepemilikan murid pengelolaan program sekolah akan berjalan dengan baik dan mempunyai dampak yang luas bagi murid untuk mencapai kebahagiaan ,kesejahteraan ( Well-Being ) murid yang optimal sebuah keadaan emosional yang berkelanjutan yang dicirikan dengan suasana hati dan sikap yang positif, hubungan  positif dengan murid, guru, ketangguhan pengoptimalan kekuatan diri, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengalaman belajar mereka disekolah ( Nobie et al.2008 ).

Hal ini selaras dengan  pandangan Ki HajarDewantara : Maksud  pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.    

FACT (PERISTIWA)

1.                             Latar Belakang Masalah

              Progran “SABES” Sekolah Asri Bebas Sampah sebuah program yang timbul akibat dari  isu masalah sampah yang sangat penting, Kesalahan dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan banyak musibah mulai dari banjir sampai dengan pencemaran lingkungan. Sampah yang dibuang secara sembarangan juga menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman. Mengelola sampah membutuhkan kerjasama yang baik di semua lapisan masyrakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk mulai menanamkan kesadaran akan pentingnya lingkungan kepada murid-muridnya dengan cara 4R yaitu Reduce, Reuse, Replace dan Recycle. Adapun tujuan dari program ini adalah membentuk karakter cinta lingkungan dan menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan keasrian di sekitar sekolah dengan mengaplikasikan 4R dengan melibatkan asset manusia, fisik, finansial dan lingkungan.

2.                            Kegiatan Aksi Nyata

Peran lingkungan yang ada di SD Negeri 08 Martapura sangatlab bersar. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mencoba membuat program “SABES” Sekolah Asri Bebas Sampah. Dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap mandiri, kolaboratif dan peduli terhadap lingkungan sebagai sumber belajar dalam diri murid, melatih jiwa kepemimpinan dan kepedulian sesama murid serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan peran serta orang tua dan masyarakat sekitar sekolah.

Progran SABES ini dilakukan dengan alur BAGJA Sebagai Berikut:

1)    Buat Pertanyaan

Guru menanyakan kepada siswa apakah mengaplikasikan 4R dapat membentuk karakter cinta lingkungan dan tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan.

2)    Ambil Pelajaran

Seluruh komponen sekolah berkolaborasi untuk membentuk karakter cinta lingkungan bengan mengaplikasikan 4R disekolah agar karakter tanggungjawab warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan.

3)    Gali Mimpi

Sekolah yang bersih dan asri terwujud karena kesadaran murid  yang mencintai lingkungan, kuantitatif sampah berkurang salah satu wujud dari murid mampu mengaplikasikan 4R dalam mengelola sampah. Terwujudnya karakter cinta lingkungan dan tanggungjawab terhadap lingkungan yang bersih dan asri.

4)    Jabarkan Rencana

Berkolaborasi dengan Kepala sekolah, rekan guru dan warga sekitar sekolah

5)    Atur Eksekusi

- Membuat tim dan penanggung jawab Program

- Melakukan menejemen resiko

- Melakukan evaluasi dan monitoring

- Membuat laporan

                    Hasil dari aksi nyata

Program “SABES” ini dilakukan di SD Negeri 08  Martapura dalam jangka waktu 4 minggu, Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dan penyampaian program kepada Kepala Sekolah dan rekan guru. Kegiatan selanjutnya yaitu mengajak murid untuk berdiskusi tentang program yang akan dilaksanakan dengan mendengarkan suara murid dan pilihan murid untuk melaksanakan program tersebut agar kepemilikan murid tercipta.

Suara murid dilaksanakan dengan member kesempatan kepada murid untuk menyuarakan kegiatan apa yang akan dilakukan dalam menyukseskan program tersebut, sedangkan pilihan murud dibuktikan dengan murid diberikesempatan untuk memilih rekan untuk menjadi teman dalam bekerja nanti, sedangkan kepemilikan murid dengan mencantumkan suara murid untuk melaksanakan dan menyukseskan program tersebut.

Kegiatan ini dilakukan pertama kali yaitu dikelas 5 dikarenakan kelas 5 adalah kelas yang saya ampu, kemudian dilanjutkan di kelas kelas lain sehingga seluruh warga sekolah  dan murid dari kelas 1 s.d 6 melaksanakan program tersebut.

B.  FEELING (PERASAAN)

Setelah urid-murid memutuskan apa yang ingin mereka lakukan, saya kemudian memantau perkembangan program ini. Saya terkejut karena ternyata beberapa murid membentuk kelompok dan melakukan pembuatan jadwal, dan lokasi piket secara berkelompok untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas maupun sekolah.

 Ada rasa haru, bangga, dan bahagia saat murid-murid melakukan kegiatan ini tanpa saya perintahkan. Tindakan murni inisiatif mereka ini membuat saya menyadari bahwa jika murid diberikan kepercayaan, didengar, dan diperlakukan bukan sebagai anak-anak, mereka dapat melakukan sesuatu yang luar biasa. Bagi saya, tindakan mereka ini mempunyai arti yang luar biasa sebab ini membuktikan bahwa apa yang saya pelajari di modul ini ternyata dapat dipraktikan dalam keseharian.

 

C.   FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Aksi nyata di modul 3 memberikan banyak pembelajaran bagi saya. Antara lain:

a.     Dengarkanlah “suara” murid sebab mereka adalah pribadi yang sama dengan kita. Yang membedakan kami hanyalah usia dan tingkat pendidikan dan kedua hal tersebut bukanlah alasan untuk saya mengabaikan “suara” mereka. Sebagai guru saya tidak boleh merasa lebih hebat dari murid-murid saya sebab dalam pendidikan sesungguhnya bukan hanya murid yang belajar melalui guru, guru pun perlu belajar dari murid.

b.     Berikan kebebasan “memilih” pada murid. Memilih merupakan kodrat alami manusia. Selama kita hidup kita selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Saat murid belajar memilih, tugas saya sebagai guru bukanlah seperti hakim yang memutuskan benar atau salahnya pilihan mereka. Saya perlu bertindak sebagai seorang coach yang memberikan pertanyaan pemantik agar mereka dapat memilih yang terbaik dari beragam pilihan yang baik. Saat pilihan murid bukan pilihan saya, maka saya perlu belajar untuk tidak langsung memberikan penilaian negatif sebab hal tersebut dapat “membunuh” rasa keingintahuan mereka. Izinkan mereka memilih dan tetap ingatkan bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi.

c.      Murid yang “didengar” dan diberi kebebasan dalam memilih akan cenderung bersemangat dalam mengerjakan sesuatu karena mereka merasa memiliki program tersebut. Hal ini tentu akan menggairahkan, bukan hanya murid namun juga guru sebagai seorang pendidik sebab kita tidak perlu bersusah-susah untuk meminta murid melakukan sesuatu. Murid akan bergerak sebab mereka mengetahui bahwa ini adalah keinginan mereka.

 

D.   FUTURE (PENERAPAN KEDEPAN)

Saya menyadari program “SABES” masih perlu banyak perbaikan, hal yang saya akan lakukan sebagai perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang yaitu saya akan lebih giat lagi untuk mengembangkan program Sekolah Asri Bebas Sampah dengan berkolaborasi dengan semoa stackholder yang ada di sekolah dan tidal lupa dengan subyek kita yaitu murid. Saya juga akan melibatkan kepala sekolah dan juga teman-teman guru untuk memikirkan bersama tindakan yang dapat dilakukan untuk menjadikan program ini menjadi lebih baik.

 

E.   DOKUMENTASI

1. Koordinasi program “SABES”



 

 

2. Sosialisasi Program dengan Wali murid

 

 


 


3. Kegiatan Siswa dalam aksi Nyata







 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM PENGELOLAAN YANG BERDAMPAK PADA MURID

  Aksi Nyata Modul 3.3.a.10 Program Pengelolaan Yang Berdampak Pada Murid PROGRAM “SABES” SEKOLAH ASRI BEBAS SAMPAH   DI SD NEGERI 08 ...