LAPORAN HASIL AKSI NYATA
MODUL 1.3
PGP – ANGKATAN 4 KAB.OKU TIMUR
ETIK KRISTIYANTI, S.Pd
GURU SD NEGERI 08 MARTAPURA
Visi Guru Penggerak
“Mewujudkan SDM yang berimtaq berkarakter, cerdas untuk menghadapi tuntutan
zaman”
Latar
Belakang
Pendidikan Guru Penggerak telah memberikan perubahan cara
pandang atau paradigma mengenai siapa guru dan murid, dan apa yang diimpikan
seorang guru penggerak akan muridnya di masa mendatang. Perubahan visi ini juga
harus dilakukan secara nyata dan membutuhkan pendekatan khusus untuk
pelaksanaannya. Salah satu pendekatan yang baik adalah menggunakan Appreciative Inquiry (BAGJA).
BAGJA berfokus pada mengapresiasi apa yang sudah baik, segala kekuatan
yang sudah ada di sekitar guru dan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan ke
depannya. Perlu dilakukan sebuah pemetaan akan semua hal yang berhasil
dilakukan sebelumnya serta kekuatan apa saja yang dapat dimanfaatkan.
Namun, perlu diketahui bahwa pada saat kami sedang
mempelajari modul 1.3 ini, sekolah tempat saya mengajar sudah dalam masa
liburan, sehingga aksi nyata ini akan saya kerjakan di semester baru mendatang.
Visi Guru Penggerak
Setelah melakukan perenungan secara mendalam akan apa
yang saya impikan bagi murid saya di masa depan, maka saya tiba pada sebuah
visi yang berbunyi demikian:
“Mewujudkan SDM yang berimtaq berkarakter,
cerdas untuk menghadapi tuntutan zaman"
Visi ini akan menjadi dasar bagi saya menentukan aksi
nyata yang akan saya kerjakan bagi murid-murid saya di masa mendatang.
Tujuan Aksi Nyata
Dalam aksi nyata ini, tujuan
utama saya adalah untuk mewujudkan murid-murid berakhlak, karakter, cerdas, analitis
serta menjunjung tinggi budaya lokal Indonesia. Tentunya untuk mencapai seluruh
visi secara menyeluruh pasti membutuhkan banyak usaha dan waktu. Sehingga perlu
untuk memiliki fokus kecil yang dapat dikerjakan terlebih dahulu.
Murid-murid datang dari berbagai latar belakang budaya
dan pengetahuan serta memiliki kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik
yang berbeda. Sering kali guru sangat sibuk untuk memperhatikan murid-murid
yang sangat ‘terlihat’ dan cenderung mengabaikan murid-murid yang biasa saja
karena mereka sudah ‘berjalan’ dengan sendirinya tanpa banyak campur tangan
guru. Saya memilih untuk memperhatikan semua murid, bukan hanya yang sangat
pintar saja, atau hanya yang bermasalah saja, namun juga mencoba mendalami dan
mengenali potensi setiap murid saya.
Kedua, hal yang sangat saya ingin kembangkan adalah
menciptakan pembelajaran yang menarik dan melibatkan murid serta pengembangan
diri pribadi saya agar dapat mencapainya. Di masa ini, murid-murid kita sudah
sangat terekspos dengan teknologi yang sangat tinggi, terutama di kota besar
seperti Surabaya. Sehingga bila guru tidak merangkul teknologi dalam
pembelajarannya, maka besar kemungkinan murid akan sulit merasa tertarik dan
ingin terlibat secara aktif dalam pelajaran. Sehingga sangat penting bagi guru
untuk mengembangkan segala pembelajaran yang menarik agar anak tetap melakukan
pembelajaran yang efektif.
Deskripsi Rencana Aksi Nyata
Pertama, untuk rencana aksi nyata
ini, saya berencana untuk melakukan pendalaman karakter mengenai semua anak
yang akan masuk di kelas saya. Adapun cara yang akan saya tempuh adalah dengan
berbincang (wawancara) guruguru yang telah mengajar para murid-murid tersebut
sebelumnya. Hal yang ingin ditemukan adalah segala sifat, karakter, kebiasaan
dan kekurangan murid-murid tersebut seperti yang diketahui oleh para guru yang
bersangkuta. Data-data tersebut akan dipakai untuk menyusun aksi nyata
bagaimana untuk memperkuat sifat baik dan keaktifan sang murid. Saya akan juga
memiliki logbook (anecdotal record) yang berisi mengenai hal-hal yang terjadi
dalam setiap harinya untuk masing-masing anak. Dalam seminggu, masing-masing
anak harus minimal diinput sekali mengenai keaktifan dalam kelas, pencapaian,
kelakuan dan perkataan baik dan sebagainya. Setiap pencapaian positif akan
diberikan sebuah penghargaan yang dapat berupa pujian, konfirmasi bahkan
hadiah. Ini bertujuan agar semua murid dapat merasa dihargai atas segala
pencapaian yang sudah dikerjakan dan semakin semangat untuk lebih baik lagi.
Kedua, selama masa liburan ini saya sedang mengoleksi
berbagai macam metode, permainan, aplikasi digital (terutama yang melibatkan
teknologi internet) yang bisa saya gunakan dalam pembelajaran di semester
depan. Saya juga sedang merancang RPP yang melibatkan murid sehingga murid
bukan hanya secara pasif mengikuti pembelajaran dan guru yang aktif, melainkan
sebaliknya. Guru hanya menjadi fasilitator pembelajaran yang mengarahkan anak
menuju sebuah pemahaman konsep dsb, namun anak yang secara aktif terlibat dalam
semua proses pembelajaran sehingga mereka menemukan sendiri pemahaman konsep
tersebut melalui semua kegiatan yang dikerjakan di dalam kelas. Beberapa
aplikasi yang telah saya gunakan sebelumnya meliputi Kahoot, Quizziz,
Bamboozle, FlipGrid, NearPod, Padlet, dan lainnya.
Hasil Aksi Nyata
Saat ini hasilnya belum dapat
saya sampaikan di sini. Besar harapan saya bahwa semua usaha tersebut dapat
membuat murid-murid semakin semangat belajar dan merasa tergerak untuk mencapai
sesuatu yang lebih baik. Perasaan dihargai akan membuat mereka semakin percaya
diri. Percaya diri akan membuat mereka tertantang untuk mencoba sesuatu yang
baru dan berbeda, sehingga setiap anak akan mendapatkan manfaat dari program
ini.
Tahapan Aksi Nyata
A. Tahapan Perencanaan
Menyusun Rencana dan komunikasi dengan Kepala Sekolah, berkolaborasi
dan mengoptimalkan seluruh kekuatan untuk mencapai visi
1. Mewujudkan
siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Derdoa sebelum
dan sesudak pembelajaran
- Kegiatan
Literasi
- Melaksanakan
upacara bendera
- senyum, sapa,
salam, sopan dan santun
- Menjaga
Kebersihan lingkungan
2. Mewujudkan siswa
yang berkarakter
- memberikan teladan
bagi siswa
-Mengajarkan ilai-nilai moral setiap pembelajaran
- mengajarkan kejujuran
dan terbuka pada kesalahan
- memberikan kesempatan
kepada siswa belajar menjadi pemimpin
3. Mewujudkan murid yang cerdas
Siswa yang sempurna perkembangan akal budinya untuk berfikir, mengerti dan memaknai baik itu intelektual maupun emosional. Di SDN 08 Martapura boleh memilih ekstrakurikulernya ada pramuka (wajib), Olah raga seni musik dan tari.
c. Tahapan Refleksi
Masih banyak kekurangan
dalam aksi nyata ini. Visi tidak mungkin terwujud hanya dengan sekali aksi
nyata, akan tetapi perlu aksi yang berkelanjutan, konsisten dan tanggung jawab
sereta keterlibatan seluruh elemen sekolah sebagai sumber kekuatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar